Energi Positif

Energi Positif

Untuk memberikan energi positif dari seorang guru kepada muridnya diperlukan kesadaran utuh bahwa guru tidak harus tahu segalanya, melainkan lebih penting jika guru dapat hadir sebagai pihak yang ikut terlibat dalam dinamika murid-muridnya. Kurikulum tidak seharusnya meniadakan relasi hati antara guru dan murid. Guru diharapkan hadir utuh di hadapan murid, tidak hanya mengajar, namun juga membangun karakter anak didiknya. Persentuhan hati akan mengalirkan daya sehingga interaksi guru dan siswa tidak menjadi ritual transfer ilmu yang mekanis dan kering, melainkan berkesan dan terpatri dalam memori para murid. Maka keteladanan bukan sesuatu yang harus dipaksakan dan membebani guru. Kehadiran dan kebiasaan guru yang selalu membuka dan memberikan hati sepenuhnya untuk anak didik, tanpa disadari, telah  membentuk karakter dirinya yang kemudian ditangkap murid-muridnya sebagai sikap hidup yang patut ditiru.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *